1.7.12

Nyobain BikeBdg, bike sharing system pertama di Indonesia

Minggu lalu, Nyaikel Cycle berkesempatan maen ke Bandung, pengen nyobain bike sharing system disana yang baru aja launching. Namanya  BikeBdg yang punya jargon "Ngabring Biking". BikeBdg ini merupakan bikeshare pertama di Indonesia, dan pertama di Asia Tenggara.

Salah satu shelter yang udah beroperasi. Lokasi depan kampus ITB.

Bandung sebagai tujuan wisata orang2 jakarta pada saat weekend menurut saya sangat cocok buat dipakein sistem bike sharing. Jadi diharapkan mulai sekarang pendatang dari Jakarta pada saat weekend ke Bandung cukup naik bis, kereta, atau travel aja, terus pinjem sepeda di BikeBdg, asik kan ga macet lagi.

Pos peminjaman, tempat penjaga shelter bertugas. Lokasi Cikapayang Dago.

Bagaimana dengan sistem peminjamannya? Jadi kalau mau minjem sepeda BikeBdg ini kalian cukup dateng ke shelter terdekat, ntar disana ada petugas penjaga shelter yang bakal minta anda ninggalin KTP (khusus member cukup nunjukkin member pada saat meminjam), terus petugas juga bakal mencatat jam saat anda meminjam. Nantinya kalau udah beres minjem, kalian bisa balikin ke shelter mana aja yang terdekat dengan tujuan anda (buat yang ga member terpaksa balikin ke shelter semula buat ambil KTP). Ntar petugas bakal tagih ongkos sewa sesuai dengan lama anda meminjam BikeBdg. Gampang kan? Terus gmn caranya kalau mau jadi member? Untuk saat ini pelayanan pembuatan member untuk umum baru ada saat berlangsungnya Car free day di Dago Bandung, tepatnya di depan RS Borromeus, disana udah standby dari pagi teman-teman dari BikeBdg untuk memfoto dan mendata kalian. Biayanya cukup 75ribu buat jadi member, kemarin lupa nanya itu buat per tahun atau gmn. Serunya, kalian bisa ekspresi dan pose bebas sesuai yang kalian mau buat dijadiin foto di kartu member kalian. Buat yang narsis pasti suka.

Kang @eka_oL33g , penjaga shelter Cikapayang sedang mengawasi sepeda yang dipinjam. Laris euy.

BikeBdg ini beroperasi tiap hari dari jam 6 pagi sampe jam 6 sore. Bagaimana kalau mau minjem sampe malem? Sayang sekali belom bisa. Saya juga sempet nanya ke petugas shelter, ada ga paket sewa harian, soalnya saya rencana mau minjem sabtu minggu. Tetapi mungkin karena baru launching, BikeBdg belum bisa sediain.

 Kang Eka lagi bantuin setting ketinggian saddle sepeda buat peminjamnya. Sembari Ibu sang anak nungguin pake BikeBdg juga.

Jenis sepeda yang disewain pun macem2, mulai dari citybike, seli, dan mtb (mtb ada versi e-bike nya juga). Harganya cukup murah cuma 3000/jam dan 5000/jam buat sepeda listriknya. Tapi kemaren sempet kecewa juga waktu tau hari minggu harganya naik jadi 10000/jam. Waktu saya tanya penjaganya, katanya kalau hari biasa sepi yang pinjem jadi terpaksa minggu yang rame harganya dinaikin? Kaget juga, awalnya mau minjem dari siang sampe sore buat muter2 Bandung, jadinya cuma minjem sejam doank deh, mending naik angkot. Sebenernya kalau mau naikkin harga sah-sah aja sih, apalagi buat rekreasi di hari minggu. Tapi kalo BikeBdg ini tujuannya buat sepeda harian dan dipinjam sebagai alternatif alat transportasi yang ada, saya rasa terlalu mahal. Buat saya pribadi yang waktu itu ke Bandung ga pake kendaraan pribadi, jadi mikir2 ulang. Saran sih kalau mau dinaikkin harganya khusus yang di Car Free Day aja, shelter lain harga normal, karena kalau buat peminjam yang emang mengandalkan sepeda BikeBdg buat kemana-mana dan bukan buat rekreasi doank itu terasa mahal.

Saya lagi nyobain BikeBdg.

BikeBdg ini mudah2an jadi pelopor sistem bike sharing buat kota-kota lainnya di Indonesia. Mudah2an ini adalah solusi transportasi di Indonesia yang udah carut marut menghadapi invasi produsen kendaraan bermotor dari luar. Memang sih awalnya semua pasti masih banyak kekurangan dan hambatan, memang sih BikeBdg ini belom bisa secanggih bike system sharing di Eropa. Tapi yang kita butuhkan saat ini adalah action, mulai dari diri sendiri aja dulu, beruntung buat Bandung udah ada yang memfasilitasi peminjaman sepeda.

 Seseorang yang lagi menikmati kota Bandung pake BikeBdg.

Kalian bisa follow twitternya di @BikeBdg

Ngabring biking, and enjoy your BikeBdg!

Do It Yourself - Rear Bicycle Basket (Tips)

Pernah sepedaan ke pasar ato warung beli nasi, terus belanjaan digantungin di setang sepeda atau dijinjing gitu aja? Atau pernah ke sekolah/kampus/kantor pake tas? Ribet ga? Kali ini NyaikelCycle mau kasi tips mudah n praktis buat kalian yang mau pasang keranjang di sepeda kalian biar membawa apapun semakin mudah dengan sepeda ;)

Bahan2 yang dibutuhin apa aja?
-Keranjang
-cable tie
-rear bike rack
-gunting

nih langkah2nya:

1. Cari keranjang sesuai selera dan kebutuhan kalian, khusus tips kali ini, harus yang model bawahnya/alasnya bolong2 ya. kalo ga bolong ya lubangin sendiri aja ;)
Foto diatas adalah keranjang yang dipakai contoh disini, dapet di salah satu supermarket secara ga sengaja. aslinya keranjang buat buah ama sayur buat dipake di dapur.

2.Beli atau minta cable tie, cukup butuh 4 biji aja.
Kalo bisa cari yang paling kecil, mau warna warni juga boleh biar caem.


3. Pasang/taruh keranjang diatas bike rack/bagasi sepeda anda yang sudah terpasang sebelumnya. Atur posisinya pas di tengah2, biar ga berat sebelah. Gunakan cable tie tadi untuk melekatkan keranjang pada bike rack, cari 4 sudut terluar yang bisa diikatkan.
Tampak yang saya lingkari adalah keempat posisi terluar yang bisa diikatkan. Mengapa sudut2 paling luar?biar makin kokoh. Suka kan yang kokoh?

4.Ikat yang kencang, dan gunting sisa cable tienya biar ga mengganggu.

5. Beres. This is it!

Sekarang anda hanya perlu taruh tas, belanjaan, buku, atau boneka buat pacar di keranjang anda. ga ribet lagi kan?


Jadilah sepeda saya makin enak dipakai buat kemana2 =D

Selamat mencoba!

17.6.12

Surabaya cycling

Hi cyclist..dah lama ga update ini blog, mungkin karena saya keasyikan upload foto2 bersepeda di akun twitter dan instagram pribadi saya. Tapi tenang, foto2 yang saya ambil selama ini udah tersimpan di laptop saya, kayanya beberapa hari kedepan saya bakal sibuk share di blog ini.

Okay, posting kali ini saya ingin berbagi foto2 kegiatan bersepeda di kota kelahiran saya, Surabaya, yang saya dapat ketika bulan lalu saya pulang kampung kesana. Ya, sekarang saya memang sedang tidak tinggal lagi disana, maklum saya merupakan orang kantoran di Ibukota. Sedikit perbandingan saja bagaimana rasanya bersepeda di kedua kota itu, saya akan jawab Jakarta lebih keras! kenapa? yang pertama adalah perilaku motorist,mungkin karena jalur yang biasa saya tempuh merupakan jalan raya yang banyak banget dilalui motor, angkot, truk, dan mobil makanya saya bisa bilang begitu. Tapi sejauh saya melalui jalanan di Jakarta, dimana2 saya selalu menemui para motorist yang ugal2an, ga mau ngalah, ga sabaran, tukang klakson, tukang ngebut, apalagi? well, saya cukup maklum kenapa banyak pesepeda yang membenci perilaku motorist.
Bukannya saya membenci motorist, saya pun juga kadang masih menggunakan motor atau mobil di jakarta, tapi saya berusaha membawa kesantunan yang biasa dimiliki para pesepeda ketika mengendarai motor ataupun mobil, perilaku mengendarai sepeda yang sabar, ramah, saling berbagi, rendah hati, apalagi?

Pada sopir angkot pun begitu. Saya yakin hampir semua pengguna jalan membenci perilaku mengendara sopir angkot. Padahal saya pun sering naik angkot, ironis memang. Tapi itulah Indonesia, negara yang mempunyai tantangan bersepeda yang cukup berat. Tapi kita harus optimis! Suatu saat nanti, sepeda di Indonesia bukan hanya sekedar hobby, olahraga, maupun lifestyle. Tetapi menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.
Di Surabaya sendiri bagaimana? Ga bisa dipungkiri, dari tahun ke tahun pertumbuhan kendaraan bermotor di kota-kota besar di Indonesia ini sangat pesat, Surabaya mungkin yang kedua setelah Jakarta. Sekarang motor dan mobil di Surabaya makin banyak,sarana transportasi massal yang mumpuni juga belom ada, masih mengandalkan angkot (di Surabaya dikenal sebagay Lyn (baca:len)) kayanya kalau kita biarin ini semua beberapa tahun ke depan bukan ga mungkin Surabaya macetnya menyamai Jakarta sekarang. Salah satu hal positif dari Surabaya adalah tertata rapinya infrastruktur jalur pedestarian dan taman kota, ga salah Surabaya berhasil mendapatkan Adipura Kencana 2 tahun berturut-turut.
Hampir sama seperti kota-kota di Indonesia lainnya, Becak masih menjadi andalan untuk mengangkut barang-barang dalam kapasitas besar.
Dan juga mengangkut penumpang.
Dan kawan.
Gambar diatas tampak seorang bapak yang sudah lanjut usia berusaha menuntun sepedanya, bukan dengan mengendarainya.
Beberapa pedagang banyak yang menggunakan sepeda (dalam bentuk sudah dimodifikasi) untuk berjualan keliling. Salah satu contoh diatas adalah pedagang kacang rebus.

Enjoy your ride. Bersambung...




14.5.12

Sepeda dan Seragam Sekolah

Posting kali ini ditujukan buat para penerus bangsa ini, mereka yang masih duduk di bangku sekolah, mereka yang belum punya beban dalam hidup kesehariannya, mereka yang selalu bersemangat untuk menuntut ilmu dan mengejar cita-cita, mereka yang terlihat bebas dan bahagia saat berangkat dan pulang sekolah, mereka para anak kecil berseragam yang bersepeda ke sekolahnya.

Di Indonesia dari dulu sampai sekarang, kebanyakan anak-anak menggunakan sepeda untuk ke sekolahnya. Tapi jaman sekarang keadaannya udah banyak berubah, terutama di kota-kota metropolitan dimana para orang tua yang berduit lebih memilih menggunakan mobil mereka yang dikendarai sopir pribadi untuk antar jemput anaknya, mending kalo pake jasa antar jemput, bisa rame-rame semobil, tapi klo mobil dan sopir pribadi buat nganter satu orang anak, bayangin aja gimana macetnya. Hal ini udah sering saya lihat pas jam-jam masuk dan pulang sekolah, pasti selalu terdapat antrian mobil berderet yang mau nganter atau lagi nungguin para murid sekolah ini pulang.

Entah kenapa sekarang para orang tua terlalu memanjakan anaknya, alesannya sih macem-macem, ada yang bilang karena sekolahnya jauh lah, takut anaknya keserempet motor atau mobil lah, takut kepanasan terus item lah, takut kecapean lah, ya buat anak sih apapun bakal dilakuin, tapi berikut Nyaikel Cycle coba kasih alasan kenapa anak kita ga perlu dianterin manja pake mobil pribadi sendiri:
  1. Cari sekolah buat anak kita yang deket dengan rumah, kalau tetep maksain pengen disekolahin di sekolah favorit yang jaraknya jauh, yaudah naik kendaraan umum aja, takut nyasar? kita ajarin mereka, kalau perlu kita temani di awal-awal mereka naik kendaraan umum, dan biarkan mereka bersosialisasi. Takut karena banyak kriminalitas atau kasus penculikan anak? pakai jasa anter jemput, tiap sekolah favorit pasti ada.
  2. Takut keserempet mobil atau motor? Kekawatiran dan ketakutan akan keadaan lalu lintas di Indonesia yang buruk, adalah bukti kurangnya pribadi mengendarai yang baik dalam diri masyarakat kita. Mulai dari diri sendiri. Lebih bagus lagi dari anak-anak kita sudah memberi contoh. Caranya? antar anakmu ke sekolah dengan sepedamu juga, temani dia. Kamu sibuk dengan jadwal kantormu sendiri? Sopirmu suruh temani.
  3. Takut kepanasan? Keringat bagus buat kesehatan anakmu. Takut item? Pake lengan panjang, klo mampu tiap hari kasih sunblock. Takut kotor? Kata iklan kalo ga kotor ga belajar. Beres.

Look Ma, no handed!
Kayanya dia lagi nungguin temannya. Sepeda itu mengajarkan kebersamaan. Coba kalau kita antar naik mobil, sepanjang jalan si anak cuma maen iPad.
Satu tangan, cool.

Let them see much more of the world with their bike.

Enjoy your ride, and let our kids learn to live.

10.5.12

Tidung bersepeda (part 3)


 Masih oleh-oleh dari Tidung, selamat menikmati hamparan pantai dan sepeda.
Di pantai, pake celana pendek ama sendal udah paling pas.


Pantai ga selalu identik ama bikini loh. Menurut saya semua cantik diatas sepeda. 



Sepeda itu bisa dipake dalam kondisi apapun, basah2an misalnya.


Jangan lupa kacamata itemnya, naik sepeda harus tetep gaya


Di Tidung, banyak penginapan yang sekaligus menyediakan sepeda untuk dipakai wisatawan. Saking banyaknya, biar ga ketuker mereka punya ciri masing2.


Bersambung...

4.5.12

Batik. Bicycle. Beautiful


We usually wearing our traditional Batik every friday. That is my dream when cycling became a culture in our country as batik do.

There are numerous types of batik in Indonesia. This one is called "Batik Gondrong" ;p
Gentleman with his meals hanging on the handlebar for his breakfast.
Enjoy your ride! And wear your batik!

3.5.12

Pagi ini

Love the basket and the "flower"

Bicycle Bar, futuristic!
Look at that saddle cover, too good to be wet.
Buat makan anak istri di rumah.
a bicycle makes you see higher.
Enjoy your ride!